Anak Asia

mereka tidak akan mengerti
tentang kerut wajah kita dalam tidur
segala derita dunia dibawa ke ranjang malam
tak terhapus oleh suatu mimpi
berjuta pengungsi lari dari bedil dan kebengisan
tanpa perhitungan apakah lari bererti kehidupan
yang mendekam dalam pasir, derita alam dan kelaparan
segalanya tercatat pada wajah
meski hitam atau kuning warna kulitnya

meski hitam atau kuning warna kulitnya
bayi itu tak berdosa untuk diwariskan keganasan
atau diajar apa ertinya kehidupana
dengan cara pembunuhan
atau dibesarkan dengan susu berbau mesiu
di bawah bayang-bayang sepatu perang

kerut-kerut wajah akan terbawa ke dalam mimpi
seperti garis-garis panjang menggerunkan
sewaktu ia bangun oleh ledakan
ia sudah dewasa
dalam bayang-bayang bergerak
dunia baginya gelap
harus disiksa dan dimusnahkan
lain tak ada pilihan.

Dari Kertas Catatan Tengah Malam, 1978

Media Sosial

Follow Bilik Penyair on WordPress.com
Bacaan lain
Di Hadapan Puisi