Kubur Ini (2)

Tanah kubur ini basah
oleh hujan semalam
menyubur rumput dan lalang meninggi.

Sekali waktu
kubur emak dan ayah ini
teduh
oleh rimbunan pohon ketereh.

Apa pun yang dipanggil makhluk
fana oleh perubahan waktu
dan pohon ketereh itu
tinggal punggur
tetapi sentiasa menyuruh hatiku
berdoa
semoga roh emak dan ayah
dirahmati Allah.
Amin.

Bulan Senja, 2002
Dewan Bahasa & Pustaka

Media Sosial

Follow Bilik Penyair on WordPress.com
Bacaan lain
Tujuh Sajak