Tiga buah lubang
jadi sasaran lontaran.
Berjuta orang mengepungnya
tapi setan lepas juga
masuk dalam diri lelaki
yang memaki-maki terinjak kaki.

Tiga buah lubang
tak habis-habisnya diserbu.
Tapi orang-orang penuh napsu
setan pun bersembuyi di situ.
(Tak mungkin ia dilontar
Tak mungkin ia dilempar)

(Telah kulontar setan
tapi betapa berat melawan
hawa napsu yang tak karuan lubangnya
tak tentu dasarnya
Setiap hari, setiap saat
harus kukalahkan.
                Alangkah berat!)

Tiga buah lubang
jadi sasaran lontaran.
Sedang setan
bersembunyi pada tiga juta lubang
para pelemparnya.

Sajak-sajak Anak Matahari, 1979
Pustaka Jaya

Media Sosial

Follow Bilik Penyair on WordPress.com
Bacaan lain
Mengapakah Duka