Puisi Musim Tengkujuh ii

segumpal gelombang
jatuh di kaca
segenggam ribut
hinggap di meja
dan di jendela
berdiri seorang nelayan
menghirup segelas duka
dari dada laut
memamah sekeping lapar
dari mata kabut
dan di dapur
ter
gan
tung
seekor ikan asin
menyara hidup
seabad lagi.

Pasrah, 1981
Dewan Bahasa & Pustaka

Media Sosial

Follow Bilik Penyair on WordPress.com
Bacaan lain
Terlalu Muda Untuk Mati