Secebis Kulit

para remaja
telah pulang dari ghairah
di simpang tiga
sekarang mereka berkumpul
mengauta dan merokok
di hujung halaman

aku terduduk di batang pisang
mataku bening melihat anjung
seketika warna merah
melumur pandangan:

bayangan ayam sabung
yang menggelepar di gelanggang
bayangan anak tikus
yang menjerit tersepit
datang berulang
kemudian
hanya deru angin dingin
menyapu tengkok

setitis darah memercik
ke petak kain sarong
di pahaku telah terpisah
secebis kulit

sesudah kepedihan
datang kelengangan
aneh      aku seakan dewasa

Serpihan dari Pedalaman, 1979
Sistem Intermedia

Media Sosial

Follow Bilik Penyair on WordPress.com
Bacaan lain
Telor