seperti juga aku: namamu siapa, bukan?
pandangmu hening di permukaan telaga dan rindumu dalam
tetapi jangan saja kita bercinta
jangan saja aku mencapaimu dan kau padaku menjelma

atau tunggu sampai angin melepaskan selembar daun
dan jatuh di telaga: pandangmu berpendar, bukan?
cemaskah aku kalau nanti air hening kembali
cemaskah aku kalau gugur daun demi daun lagi

Mata Pisau, 1982
Balai Pustaka

Media Sosial

Follow Bilik Penyair on WordPress.com
Bacaan lain
Mayat